{"id":46240,"date":"2026-06-23T13:01:57","date_gmt":"2026-06-23T05:01:57","guid":{"rendered":"https:\/\/apacvision.com\/?p=46240"},"modified":"2026-06-23T13:01:57","modified_gmt":"2026-06-23T05:01:57","slug":"neraca-dagang-surplus-arus-logistik-nasional-terus-bergerak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/apacvision.com\/?p=46240","title":{"rendered":"Neraca Dagang Surplus, Arus Logistik Nasional Terus Bergerak"},"content":{"rendered":"<p>Arus logistik nasional terus bergerak ditandai kinerja ekspor dan impor yang tetap tumbuh dengan surplus USD5,64 miliar selama Januari-April 2026. Capaian ini menjadi sinyal positif bahwa aktivitas produksi, distribusi, dan perdagangan nasional berjalan baik di tengah dinamika ekonomi global.<\/p>\n<p><b>SEMARANG<\/b>&#8211;Arus <a href=\"https:\/\/www.pelindotpk.co.id\/terminal\">logistik nasional<\/a> terus<br \/>\nbergerak seiring meningkatnya aktivitas perdagangan Indonesia. Pergerakan<br \/>\ntersebut tercermin dari kinerja ekspor dan impor yang tetap tumbuh, dengan<br \/>\nneraca perdagangan nasional mencatatkan surplus senilai USD5,64 miliar selama<br \/>\nJanuari-April 2026. Capaian ini menjadi<br \/>\nsinyal positif bahwa aktivitas produksi, distribusi, dan perdagangan nasional<br \/>\nmasih berjalan di tengah dinamika ekonomi global.<\/p>\n<p>Berdasarkan data dari BPS, pada periode Januari\u2013April 2026, nilai ekspor<br \/>\nIndonesia mencapai USD92,15 miliar atau tumbuh 5,48 persen dibandingkan periode<br \/>\nyang sama tahun sebelumnya. Ekspor nonmigas menjadi penopang utama dengan nilai<br \/>\nUSD87,74 miliar. <\/p>\n<p>\u00a0Kinerja tersebut tidak lepas dari kontribusi sektor industri pengolahan<br \/>\nyang terus menjadi tulang punggung ekspor Indonesia. Selama Januari-April 2026,<br \/>\nBPS mencatat sektor industri pengolahan memberikan kontribusi ekspor senilai<br \/>\nUSD75,57 miliar.<\/p>\n<p>Tiongkok masih menjadi negara tujuan ekspor terbesar selama Januari\u2013April<br \/>\n2026, dengan nilai USD22,76 miliar, disusul Amerika Serikat<\/p>\n<p>USD10,17 miliar, dan India USD6,14 miliar. Sementara ekspor ke ASEAN dan<br \/>\nUni Eropa (27 negara) masing-masing sebesar USD17,70 miliar dan USD6 miliar.<\/p>\n<p>Sementara itu, Jawa Tengah turut memberikan kontribusi terhadap kinerja<br \/>\nekspor nasional dengan nilai mencapai USD4,5 miliar pada periode Januari\u2013April<br \/>\n2026. Ketua DPD Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) Jawa Tengah, Ade<br \/>\nSiti Muksodah, mengatakan sejumlah komoditas menjadi andalan ekspor daerah, di<br \/>\nantaranya produk kayu dan turunannya dari wilayah Temanggung serta Wonosobo,<br \/>\nproduk rajut, hingga gula aren atau brown sugar.<\/p>\n<p>Namun, aktivitas ekspor masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari<br \/>\nkenaikan biaya logistik hingga tingginya ketergantungan industri terhadap bahan<br \/>\nbaku impor. Kondisi<br \/>\ntersebut turut berdampak terhadap biaya produksi dan daya saing produk ekspor.<\/p>\n<p>&#8220;Sekitar 70 persen bahan baku kita masih impor di negara China dan<br \/>\nbeberapa negara lainnya di Asia Timur. Beberapa bahan baku plastik itu naik<br \/>\nyang otomatis mempengaruhi perdagangan ekspor di negara kita,&#8221; ujar<br \/>\nperempuan yang akrab disapa Ade saat dihubungi, Rabu (17\/6\/2026). <\/p>\n<p>Ade menilai peningkatan kapasitas dan layanan logistik di Pelabuhan Tanjung<br \/>\nEmas menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung aktivitas ekspor.<br \/>\nPembenahan fasilitas serta penambahan peralatan operasional, khususnya untuk<br \/>\nmendukung proses bongkar muat dan pengelolaan peti kemas, dinilai mampu<br \/>\nmemperlancar arus distribusi barang.<\/p>\n<p>&#8220;Peran<br \/>\nPelabuhan Tanjung Emas sangat signifikan. Perputaran ekonomi<br \/>\ndan logistik berawal dari pelabuhan. Jalur paling mudah dan mendasar untuk ekspor dan impor melalui jalur<br \/>\nlaut,&#8221; ungkap Ade. <\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p>Diperlukan<br \/>\npenguatan iklim usaha untuk menjaga kepercayaan investor sekaligus memperluas<br \/>\nakses pasar ekspor. Pelaku usaha juga masih menghadapi sejumlah tantangan,<br \/>\nterutama tingginya biaya logistik yang menjadi salah satu faktor penghambat<br \/>\ndaya saing ekspor. Selain itu, dinamika geopolitik global, kebijakan Devisa<br \/>\nHasil Ekspor (DHE), hingga perubahan kebijakan perpajakan turut menjadi<br \/>\nperhatian pelaku industri karena dapat mempengaruhi perencanaan bisnis dan<br \/>\naktivitas perdagangan.<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p><b>Arus Peti<br \/>\nKemas Internasional Meningkat<\/b><\/p>\n<p>Corporate<br \/>\nSecretary PT Pelindo Terminal Petikemas, Widyaswendra mengatakan terjadi<br \/>\npeningkatan arus peti kemas internasional di TPK Semarang. Pada periode Januari<br \/>\ns.d. Mei 2026 tercatat sebanyak 382.093 TEUs atau meningkat sebesar 12,2 persen<br \/>\njika dibandingkat periode yang sama tahun 2025 sebanyak 340.535 TEUs. Dari<br \/>\njumlah tersebut 192.829 TEUs diantaranya adalah peti kemas import dan 189.162<br \/>\nTEUs adalah peti kemas eksport. <\/p>\n<p>&#8220;Arus<br \/>\npeti kemas import di TPK Semarang sendiri tumbuh 10,7 persen, sementara untuk<br \/>\npeti kemas eksport tumbuh 13,72 persen dari tahun sebelumnya,&#8221; terang<br \/>\nWidyaswendra.<\/p>\n<p>Pihaknya<br \/>\nmenyebut arus peti kemas di TPK Semarang terus tumbuh seiring perkembangan<br \/>\nindustri yang ada di Jawa Tengah. Perseroan mencatat tahun 2023 arus peti kemas<br \/>\nyang melalui TPK Semarang sebanyak 781.841 TEUs, tahun 2024 sebanyak 895.904<br \/>\ndan tahun 2025 lalu tercatat lebih dari 1 juta TEUs.<\/p>\n<p>Merespon<br \/>\npertumbuhan tersebut, PT Pelindo Terminal Petikemas menyiapkan sejumlah langkah<br \/>\nbaik jangka pendek maupun jangka panjang. Seperti penambahan tambatan dermaga<br \/>\nsepanjang 275 meter, penambahan lapangan penumpukan, hingga penambahan empat<br \/>\nunit alat bongkat muat jenis quay container crane (QCC). <\/p>\n<p>&#8220;Saat<br \/>\nini empat unit alat baru tersebut (QCC) dalam tahap commissioning and testing,<br \/>\nuntuk memastikan segala aspek baik secara operasional dan safety dapat<br \/>\nterpenuhi. Kami menargetkan alat tersebut dapat segera beroperasi untuk<br \/>\nmelayani pelanggan,&#8221; ucapnya.<\/p>\n<p>Beberapa<br \/>\nkomoditas eksport yang melalui TPK Semarang adalah produk dari kayu, pakaian,<br \/>\nalas kaki, produk olahan laut seperti ikan, krustasea, dan moluska, dan<br \/>\nbeberapa komoditas lainnya. Sementara untuk produk import diantaranya adalah<br \/>\nmesin industri, peralatan mesin listrik, kendaraan dan bagiannya.<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<h2>Logistik &amp; Teknologi Menjadi Kunci<\/h2>\n<p>Pengusaha garmen asal Semarang, Deddy Mulyadi, mengatakan Pelabuhan Tanjung<br \/>\nEmas memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas ekspor produknya ke<br \/>\nsejumlah pasar internasional, seperti Amerika Serikat, Eropa, dan Asia.<\/p>\n<p>Namun, menurut Deddy, kapasitas dan layanan pelabuhan masih perlu terus<br \/>\nditingkatkan agar mampu mengimbangi pertumbuhan kawasan industri serta<br \/>\npeningkatan volume distribusi barang. Kepadatan arus logistik terkadang memicu antrean kapal yang berdampak<br \/>\npada jadwal pengiriman produk ke pasar global.<\/p>\n<p>&#8220;Tanjung<br \/>\nEmas memang membantu aktivitas ekspor. Tetapi ritme pergerakan barang belum<br \/>\nsecepat pelabuhan besar seperti Jakarta atau Surabaya. Kadang masih ada antrean<br \/>\nkapal,&#8221; ujarnya ketika dihubungi, Kamis (18\/6\/2026).<\/p>\n<p>Deddy<br \/>\nberharap pengembangan infrastruktur pelabuhan dapat terus dilakukan, termasuk<br \/>\npeningkatan konektivitas transportasi menuju kawasan pelabuhan. Menurutnya,<br \/>\nkelancaran akses distribusi menjadi faktor penting untuk menjaga efisiensi<br \/>\nlogistik sekaligus memperkuat daya saing produk Indonesia di pasar global.<\/p>\n<p>Pakar ekonomi dari<br \/>\nUniversitas Sebelas Maret (UNS), Prof. Bhimo Rizky Samudro, menilai surplus<br \/>\nperdagangan yang terus berlanjut menunjukkan produk Indonesia masih memiliki<br \/>\ndaya saing yang baik di pasar internasional. Capaian tersebut tidak terlepas<br \/>\ndari peran sektor industri pengolahan yang selama ini menjadi tulang punggung<br \/>\nekspor nasional.<\/p>\n<p>&#8220;Surplus<br \/>\nperdagangan merupakan sinyal yang baik karena menunjukkan produk Indonesia<br \/>\nmasih memiliki daya saing di pasar internasional. Ini juga mencerminkan sektor<br \/>\nindustri pengolahan kita tetap mampu menjadi penggerak ekspor nasional,&#8221;<br \/>\nkatanya.<\/p>\n<h5>Pertumbuhan ekspor<br \/>\nmenunjukkan industri manufaktur masih mampu menjaga produktivitas dan daya<br \/>\nsaing di tengah ketidakpastian ekonomi global. Namun,<br \/>\nketergantungan terhadap bahan baku impor masih menjadi tantangan karena dapat<br \/>\nmembatasi nilai tambah industri nasional.<\/h5>\n<h6>Di<br \/>\nsisi lain, meningkatnya impor bahan baku dan barang modal mencerminkan<br \/>\naktivitas produksi serta investasi industri dalam negeri masih terus berjalan.<\/h6>\n<p>Bhimo menilai masa depan perdagangan<br \/>\nIndonesia tidak hanya ditentukan oleh kemampuan industri menghasilkan produk<br \/>\nberkualitas, tetapi juga oleh efisiensi sistem logistik nasional. Sebagai<br \/>\nnegara kepulauan, Indonesia membutuhkan konektivitas distribusi yang mampu<br \/>\nmenghubungkan pusat produksi dengan pasar domestik maupun global secara cepat<br \/>\ndan efisien.<\/p>\n<p>&#8220;Pelabuhan peti kemas merupakan<br \/>\ninfrastruktur strategis bagi perdagangan Indonesia. Ketika pelabuhan bekerja<br \/>\nsecara efisien, distribusi barang menjadi lebih cepat dan daya saing produk<br \/>\nnasional juga meningkat,&#8221; jelasnya ketika dihubungi, Kamis (18\/6\/2026).<\/p>\n<p>Penguatan logistik tidak hanya melalui<br \/>\npembangunan infrastruktur, tetapi juga transformasi digital untuk mempercepat<br \/>\ndistribusi, meningkatkan akurasi layanan, dan menekan biaya operasional.<br \/>\nPengembangan teknologi pendukung juga diperlukan untuk menjaga kualitas produk<br \/>\nhingga sampai ke pasar tujuan.<\/p>\n<p>Surplus perdagangan yang berkelanjutan<br \/>\nmenjadi sinyal positif bagi ekonomi nasional. Namun, menjaga momentum tersebut<br \/>\nmembutuhkan penguatan sektor industri, perdagangan, serta logistik melalui<br \/>\npeningkatan kapasitas pelabuhan, efisiensi distribusi, dan pemanfaatan<br \/>\nteknologi.<\/p>\n<p>Dengan posisi strategis di jalur<br \/>\nperdagangan dunia dan didukung pasar domestik yang besar, Indonesia memiliki<br \/>\npeluang memperkuat peran sebagai pusat perdagangan dan logistik kawasan Asia.<br \/>\nPertumbuhan industri, peningkatan ekspor, serta sistem logistik yang semakin<br \/>\nefisien akan menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.<\/p>\n<p>Press Release juga sudah tayang di <a href=\"https:\/\/vritimes.com\/id\/articles\/963770a9-0bd8-410c-ac03-2dcf3aaa83d6\/b6558cc6-00cc-459a-a9dd-c966a22ef6a7\">VRITIMES<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Arus logistik nasional terus bergerak ditandai kinerja ekspor dan impor yang tetap tumbuh dengan surplus USD5,64 miliar selama Januari-April 2026. Capaian ini menjadi sinyal positif bahwa aktivitas produksi, distribusi, dan perdagangan nasional berjalan baik di tengah dinamika ekonomi global. SEMARANG&#8211;Arus logistik nasional terus bergerak seiring meningkatnya aktivitas perdagangan Indonesia. Pergerakan tersebut tercermin dari kinerja ekspor&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":46241,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"magazine_newspaper_sidebar_layout":"","footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-46240","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-indonesia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/apacvision.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/46240","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/apacvision.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/apacvision.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/apacvision.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/apacvision.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=46240"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/apacvision.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/46240\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/apacvision.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/46241"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/apacvision.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=46240"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/apacvision.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=46240"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/apacvision.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=46240"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}