{"id":44705,"date":"2026-05-20T18:04:24","date_gmt":"2026-05-20T10:04:24","guid":{"rendered":"https:\/\/apacvision.com\/?p=44705"},"modified":"2026-05-20T18:04:24","modified_gmt":"2026-05-20T10:04:24","slug":"disg-platform-kerja-sama-ekonomi-jepang-asean-diluncurkan-di-tengah-pandemi-covid-19-masuo-kuremura-mantan-sekretaris-menteri-ekonomi-perdagangan-dan-industri-ditunjuk-sebagai-ketua","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/apacvision.com\/?p=44705","title":{"rendered":"DISG: Platform Kerja Sama Ekonomi Jepang-ASEAN Diluncurkan di Tengah Pandemi COVID-19. Masuo Kuremura, Mantan Sekretaris Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Industri, Ditunjuk sebagai Ketua"},"content":{"rendered":"<p>Pada September 2025, Masuo Kuremura, yang sebelumnya<br \/>\nmenjabat sebagai Sekretaris Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Industri,<br \/>\nditunjuk sebagai Ketua \u201cDialogue for Innovative and Sustainable Growth (DISG),\u201d<br \/>\nsebuah platform dialog yang didedikasikan untuk memajukan kerja sama ekonomi<br \/>\npraktis antara ASEAN dan Jepang.<\/p>\n<p>Pada bulan yang sama, Pemerintah Jepang memperkenalkan<br \/>\nkerangka kebijakan baru untuk kerja sama dengan ASEAN, yang secara jelas<br \/>\nmendefinisikan pendekatan \u201cKo-kreasi\u201d (Co-Creation) yang dibangun di atas empat<br \/>\npilar utama:<\/p>\n<p>1.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0<br \/>\n\u00a0Resiliensi Rantai Pasok,<\/p>\n<p>2.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0<br \/>\n\u00a0Investasi<br \/>\nDigital dan AI,<\/p>\n<p>3.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0<br \/>\n\u00a0Ko-kreasi<br \/>\nInovasi, dan<\/p>\n<p>4.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0<br \/>\n\u00a0Transisi<br \/>\nEnergi melalui AZEC (Asia Zero Emission Community).<\/p>\n<p>Dengan partisipasi dari 13 organisasi ekonomi di seluruh<br \/>\nASEAN, DISG akan memainkan peran sentral dalam mempercepat pengembangan dan<br \/>\npelaksanaan proyek kemitraan pemerintah-swasta konkret yang selaras dengan<br \/>\nkeempat pilar tersebut.<\/p>\n<p><b>* Apa itu DISG?<\/b><\/p>\n<p>DISG adalah platform dialog yang didirikan menyusul<br \/>\nPertemuan Menteri Ekonomi Jepang-ASEAN pada tahun 2020, yang bertujuan untuk<br \/>\nmemajukan kerja sama ekonomi Jepang-ASEAN dari \u201ckonsep\u201d menjadi \u201cimplementasi<br \/>\nnyata\u201d di bawah visi ko-kreasi bersama.<\/p>\n<p>Menanggapi tantangan pandemi COVID-19, ASEAN dan Jepang<br \/>\nmenyadari perlunya kolaborasi yang lebih erat, yang kemudian melahirkan DISG.<\/p>\n<p>Berfokus pada bidang prioritas seperti transformasi digital,<br \/>\ninisiatif hijau, dan pengembangan industri, DISG menampilkan proyek kerja sama<br \/>\nJepang-ASEAN terbaru, sekaligus mempertemukan para ahli dari sektor swasta,<br \/>\nakademisi, dan publik untuk menghasilkan peluang kemitraan baru secara konkret.<\/p>\n<p>DISG juga berkolaborasi erat dengan 13 organisasi ekonomi,<br \/>\ntermasuk Japan External Trade Organization (JETRO) dan ASEAN Business Advisory<br \/>\nCouncil (ASEAN-BAC), menyalurkan tantangan bisnis dunia nyata dan proposal<br \/>\nproyek ke dalam rekomendasi kebijakan yang diajukan ke Pertemuan Menteri<br \/>\nEkonomi Jepang-ASEAN (AEM-METI).<\/p>\n<p>Siklus PDCA (Plan-Do-Check-Act) terpadu pemerintah-swasta<br \/>\nini, yang menghubungkan kebijakan dan bisnis dalam siklus keberlanjutan dan<br \/>\nmemungkinkan pelaksanaan yang cepat dan berdampak tinggi, adalah fitur utama<br \/>\ndari DISG.<\/p>\n<p><b>* Latar Belakang:<br \/>\nPendekatan \u201cKo-kreasi\u201d Jepang dengan ASEAN<\/b><\/p>\n<p>Pada tahun 1970-an dan 1980-an, Jepang terutama memandang<br \/>\nASEAN sebagai basis manufaktur, mendukung pengembangan industri melalui<br \/>\nproduksi.<\/p>\n<p>Saat ini, ASEAN telah berkembang menjadi pasar pertumbuhan<br \/>\nyang dinamis, di mana penanganan tantangan sosial seperti ESG dan SDGs<br \/>\nmenghasilkan nilai bersama secara global.<\/p>\n<p>Era dukungan satu arah telah berlalu. Kita sekarang memasuki<br \/>\nfase baru di mana kekuatan teknologi Jepang serta potensi pertumbuhan dan skala<br \/>\npasar ASEAN digabungkan untuk menciptakan nilai bersama (ko-kreasi).<\/p>\n<p>Terhadap latar belakang ini, Pemerintah Jepang telah<br \/>\nmemosisikan ulang hubungannya dengan ASEAN sebagai hubungan \u201cKo-kreasi.\u201d<\/p>\n<p><b>* Empat Arah Utama<br \/>\nuntuk Kerja Sama Masa Depan<\/b><\/p>\n<p><b>1. Memperkuat Rantai Pasok (Membangun basis manufaktur<br \/>\nyang tangguh dan mandiri)<\/b><\/p>\n<p>Di tengah ketegangan ekonomi AS-Tiongkok yang sedang<br \/>\nberlangsung dan negosiasi tarif, pendekatan tradisional, seperti mengekspor produk<br \/>\nmurah melalui ASEAN sebagai jalur pengalihan, menjadi kurang efektif.<\/p>\n<p>Bagi ekonomi ASEAN, meningkatkan industri dalam negeri kini<br \/>\nmenjadi prioritas kritis. Dari perspektif keamanan ekonomi, membangun rantai<br \/>\npasok yang mandiri telah menjadi keharusan yang mendesak.<\/p>\n<p>Memperkuat kemampuan manufaktur, mulai dari proses hulu<br \/>\nseperti tanah jarang (rare earths) dan logam langka hingga produksi tahap<br \/>\nakhir, sangatlah penting. Namun, mencapai hal ini secara independen tetap<br \/>\nsulit.<\/p>\n<p>Bersama dengan negara-negara mitra yang memiliki visi yang sama,<br \/>\nJepang akan mendukung ASEAN dalam membangun rantai pasok yang benar-benar<br \/>\notonom melalui kolaborasi dan sumber daya bersama.<\/p>\n<p><b>2. Investasi Digital dan AI<\/b><\/p>\n<p>Investasi skala besar oleh hyper-scaler (operator pusat data<br \/>\nbesar) sedang berkembang di seluruh ASEAN. Pada saat yang sama, terdapat<br \/>\npengakuan yang berkembang bahwa model bahasa besar yang lebih ringkas (Compact<br \/>\nLLM) dan dioptimalkan secara lokal mungkin lebih baik dalam memenuhi permintaan<br \/>\nregional dan kebutuhan masyarakat.<\/p>\n<p>Ketergantungan pada sumber daya komputasi yang<br \/>\nterkonsentrasi di sejumlah kecil negara besar menghadirkan risiko dari sudut<br \/>\npandang keamanan ekonomi.<\/p>\n<p>Kekuatan Jepang terletak pada ekosistemnya yang<br \/>\nkomprehensif, mulai dari pengembang aplikasi AI hingga perusahaan yang mampu<br \/>\nmembangun LLM, serta teknologi semikonduktor dasar. Hal ini memosisikan<br \/>\nnegara-negara ASEAN untuk bermitra dengan Jepang dalam mengembangkan kemampuan<br \/>\nkomputasi independen sebagai alternatif yang kredibel.<\/p>\n<p><b>3. Ko-kreasi Inovasi<\/b><\/p>\n<p>DISG dirancang untuk membawa dinamisme sektor swasta secara<br \/>\nlangsung ke dalam proses pembuatan kebijakan.<\/p>\n<p>Inisiatif unggulannya adalah \u201cFast Track Pitch,\u201d sebuah<br \/>\nplatform inovasi terbuka di mana perusahaan terkemuka Jepang, startup, dan<br \/>\nperusahaan ASEAN berkolaborasi untuk mengembangkan solusi bagi tantangan sosial<br \/>\nspesifik kawasan.<\/p>\n<p>Pendekatan ini telah memberikan hasil nyata, termasuk<br \/>\nperusahaan Jepang yang mengatasi tantangan ekspansi di ASEAN melalui kemitraan<br \/>\ndengan startup lokal.<\/p>\n<p>Pada tahun fiskal 2025, acara telah diadakan di Singapura,<br \/>\nVietnam, Malaysia, dan Indonesia.<\/p>\n<p><b>4. Transisi Energi melalui AZEC<\/b><\/p>\n<p>Transisi hijau gaya Eropa yang cepat tidak dapat diterapkan<br \/>\ndi Asia tanpa adaptasi.<\/p>\n<p>Di ASEAN, di mana pertumbuhan ekonomi terus berlanjut,<br \/>\nmenjaga pasokan energi yang stabil untuk mendukung kehidupan sehari-hari dan<br \/>\naktivitas ekonomi tetap menjadi hal yang esensial. Menyeimbangkan netralitas<br \/>\nkarbon dengan keamanan energi merupakan tantangan utama.<\/p>\n<p>Diperlukan pendekatan pragmatis. Pendekatan yang<br \/>\nmenggabungkan kekuatan Jepang dalam teknologi canggih seperti hidrogen dan<br \/>\namonia dengan pembangkit listrik tenaga gas serta solusi efisiensi energi untuk<br \/>\nmengurangi permintaan energi secara keseluruhan.<\/p>\n<p>Jepang akan berkontribusi dalam memberikan solusi transisi<br \/>\nenergi yang disesuaikan dan mencerminkan kondisi riil di ASEAN.<\/p>\n<p><b>&#8212; Komentar dari<br \/>\nKetua DISG Masuo &#8212;<\/b><\/p>\n<p>Masuo Kuremura, Ketua DISG (Japan-ASEAN Economic and<br \/>\nIndustrial Cooperation Committee), METI \/ Direktur Eksekutif JETRO Singapura<\/p>\n<p>Lahir tahun 1976. Lulusan Fakultas Hukum, Universitas Tokyo.<\/p>\n<p>Bergabung dengan METI pada tahun 2002. Memegang peran kunci<br \/>\ntermasuk Sekretaris Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Industri, Direktur Divisi<br \/>\nKeuangan Industri, dan Direktur Divisi Industri Dirgantara, Pertahanan, dan<br \/>\nRuang Angkasa.<\/p>\n<p>Saat ini menjabat sebagai Direktur Eksekutif JETRO<br \/>\nSingapura. Sejak Juli 2025, ia telah mengemban perannya dalam mengawasi ASEAN<br \/>\ndan kawasan APAC yang lebih luas dari Singapura, dan memimpin inisiatif kerja<br \/>\nsama ekonomi pemerintah-swasta Jepang-ASEAN yang baru.<\/p>\n<p>\u00a0\u201cSementara kebijakan<br \/>\n\u2018mengutamakan kepentingan negara sendiri\u2019 (country-first) mendapatkan momentum<br \/>\nsecara global, Jepang telah lama berkembang bersama komunitas internasional<br \/>\nmelalui sistem ekonomi bebas berbasis aturan dan kerangka kerja seperti CPTPP<br \/>\ndan RCEP.<\/p>\n<p>Agar ASEAN dapat mempertahankan pertumbuhannya, sangat<br \/>\npenting untuk menjunjung tinggi kerangka kerja perdagangan dan investasi bebas<br \/>\nini, dan Jepang akan terus mendukung serta mempromosikannya secara aktif.<\/p>\n<p>Kekuatan Jepang terletak pada keandalannya\u2014menepati<br \/>\nkomitmennya\u2014dan dalam memberikan solusi berkualitas tinggi yang menciptakan manfaat<br \/>\ndalam jangka panjang bagi negara mitra. Alih-alih berfokus pada biaya jangka<br \/>\npendek, bermitra dengan Jepang menawarkan manfaat jangka panjang yang<br \/>\nsignifikan dalam mengatasi tantangan sosial dan meningkatkan produktivitas.<\/p>\n<p>Menangani tantangan lokal melalui kerja sama Jepang-ASEAN<br \/>\npada akhirnya berkontribusi pada penyelesaian tantangan global. Bukan hanya<br \/>\nkorporasi besar, tetapi juga startup dengan teknologi dan inovasi baru yang<br \/>\nakan membentuk masa depan.<\/p>\n<p>Dengan mengintegrasikan ekosistem startup Jepang dan ASEAN,<br \/>\nkita dapat membangun model kapitalisme baru\u2014model yang menyeimbangkan<br \/>\npertumbuhan ekonomi dengan penyelesaian tantangan sosial, daripada hanya<br \/>\nmengandalkan insentif finansial skala besar.<\/p>\n<p>Saya berharap kaum muda akan membawa ide dan teknologi<br \/>\nmereka ke dalam upaya ini dan membantu menciptakan model baru yang dapat<br \/>\nmemimpin dunia.\u201d<\/p>\n<p>Hingga saat ini, DISG terutama beroperasi secara daring. Ke<br \/>\ndepannya, DISG akan menyertakan keterlibatan tatap muka untuk lebih mempercepat<br \/>\npengembangan dan implementasi proyek pemerintah-swasta yang konkret.<\/p>\n<p>Dari dialog menuju tindakan, dari konsep menuju implementasi<br \/>\nnyata\u2014DISG akan membawa kemitraan Jepang-ASEAN ke tingkat berikutnya.<\/p>\n<p>Press Release juga sudah tayang di <a href=\"https:\/\/vritimes.com\/id\/articles\/a960fa02-2ef1-4764-83ed-6459bcf0be2a\/6b86dee1-f25f-4c01-89b5-77e5490830fb\">VRITIMES<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pada September 2025, Masuo Kuremura, yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Industri, ditunjuk sebagai Ketua \u201cDialogue for Innovative and Sustainable Growth (DISG),\u201d sebuah platform dialog yang didedikasikan untuk memajukan kerja sama ekonomi praktis antara ASEAN dan Jepang. Pada bulan yang sama, Pemerintah Jepang memperkenalkan kerangka kebijakan baru untuk kerja sama dengan ASEAN,&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":44706,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-44705","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-indonesia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/apacvision.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/44705","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/apacvision.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/apacvision.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/apacvision.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/apacvision.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=44705"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/apacvision.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/44705\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/apacvision.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/44706"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/apacvision.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=44705"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/apacvision.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=44705"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/apacvision.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=44705"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}