{"id":42308,"date":"2026-03-29T10:04:21","date_gmt":"2026-03-29T02:04:21","guid":{"rendered":"https:\/\/apacvision.com\/?p=42308"},"modified":"2026-03-29T10:04:21","modified_gmt":"2026-03-29T02:04:21","slug":"kementerian-pu-bangun-456-huntara-bagi-warga-terdampak-bencana-tanah-bergerak-di-kabupaten-tegal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/apacvision.com\/?p=42308","title":{"rendered":"Kementerian PU Bangun 456 Huntara Bagi Warga Terdampak Bencana Tanah Bergerak di Kabupaten Tegal"},"content":{"rendered":"<p>TEGAL \u2014 Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat penyediaan hunian sementara (huntara) berspesifikasi standar layak huni untuk memfasilitasi 456 kepala keluarga korban bencana tanah bergerak di Kabupaten Tegal, Provinsi Jawa Tengah.<\/p>\n<p>Menteri PU Dody<br \/>\nmenegaskan, percepatan infrastruktur kedaruratan ini ditargetkan rampung<br \/>\nselambatnya H-5 menjelang Idul Fitri 2026. Upaya ini dilakukan agar masyarakat<br \/>\nterdampak segera mendapatkan akses tempat tinggal darurat yang aman dan<br \/>\nterhindar dari risiko pergerakan tanah susulan. Diharapkannya, warga dapat<br \/>\nsegera menempati hunian yang lebih aman sebelum masa mudik dan libur Idulfitri<br \/>\n2026. <\/p>\n<p>Kompleks huntara<br \/>\ntersebut dikembangkan dengan total kapasitas 38 blok, di mana masing-masing<br \/>\nblok terdiri dari 12 unit hunian. Seluruh unit dirancang terintegrasi dengan<br \/>\nutilitas dasar dan infrastruktur penunjang kehidupan sosial kemasyarakatan guna<br \/>\nmenjamin kelayakan hidup para pengungsi.<\/p>\n<p>Fasilitas yang<br \/>\ndisiagakan di kawasan tersebut mencakup jaringan listrik dari PLN, instalasi<br \/>\nair bersih, masjid sebagai pusat ibadah, balai pertemuan warga, pos kesehatan,<br \/>\nserta lapangan sepak bola mini (<i>mini soccer<\/i>) untuk ruang interaksi<br \/>\npublik.<\/p>\n<p>Dalam tahap<br \/>\npelaksanaannya, Kementerian PU menjalin koordinasi dengan pemerintah daerah dan<br \/>\nDinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Tengah. Sinergi<br \/>\nlintas instansi ini berfokus pada kajian teknis kebencanaan untuk memastikan<br \/>\ntitik lokasi pembangunan memenuhi kriteria keamanan geologis.<\/p>\n<p>Mengingat tingginya<br \/>\nkerentanan wilayah terdampak, pemerintah daerah dan otoritas teknis juga tengah<br \/>\nmenyurvei sejumlah lahan alternatif dengan struktur tanah yang lebih stabil.<br \/>\nPemetaan ini disiapkan untuk mengakomodasi potensi penambahan huntara sekaligus<br \/>\nmematangkan rencana relokasi permukiman permanen di masa mendatang.<\/p>\n<p>Kementerian PU<br \/>\nmenggarisbawahi bahwa strategi penanganan pascabencana di Kabupaten Tegal tidak<br \/>\nhanya berorientasi pada penyediaan fisik, melainkan menjadi langkah awal<br \/>\npenataan kawasan permukiman yang aman dan berkelanjutan bagi keselamatan<br \/>\nmasyarakat jangka panjang.<\/p>\n<p>Program kerja ini merupakan bagian dari \u201cSetahun Bekerja, Bergerak &#8211;<br \/>\nBerdampak\u201d dalam menjalankan ASTA CITA dari Presiden Prabowo Subianto.<\/p>\n<p>#SigapMembangunNegeriUntukRakyat\n<\/p>\n<p>#SetahunBerdampak<\/p>\n<p>Press Release juga sudah tayang di <a href=\"https:\/\/vritimes.com\/id\/articles\/144019dc-808a-4678-8331-72317289263d\/9f7bc272-2b45-4c1e-b42d-631cbdfd8cb7\">VRITIMES<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>TEGAL \u2014 Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat penyediaan hunian sementara (huntara) berspesifikasi standar layak huni untuk memfasilitasi 456 kepala keluarga korban bencana tanah bergerak di Kabupaten Tegal, Provinsi Jawa Tengah. Menteri PU Dody menegaskan, percepatan infrastruktur kedaruratan ini ditargetkan rampung selambatnya H-5 menjelang Idul Fitri 2026. Upaya ini dilakukan agar masyarakat terdampak segera mendapatkan akses&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":42309,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-42308","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-indonesia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/apacvision.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/42308","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/apacvision.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/apacvision.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/apacvision.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/apacvision.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=42308"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/apacvision.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/42308\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/apacvision.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/42309"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/apacvision.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=42308"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/apacvision.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=42308"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/apacvision.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=42308"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}