Nelayan Kini Bisa “Melihat” Ikan Sebelum Melaut
Selama puluhan tahun, nelayan Indonesia mengandalkan intuisi dan pengalaman turun-temurun untuk menentukan lokasi penangkapan. Kini, teknologi mengubah segalanya. Platform Kapikan yang dikembangkan oleh tim Kapikan mampu memantau potensi keberadaan ikan di laut lepas melalui penginderaan jauh berbasis satelit dan analitik kecerdasan buatan. Nelayan dapat mengetahui titik lokasi yang berpotensi terdapat ikan sebelum melaut melalui aplikasi mobile, sehingga kegiatan penangkapan menjadi lebih efektif dan efisien.
Akurasi 90–95 Persen: Klaim yang Perlu Diuji di Lapangan
Direktur Kapikan, Anthony Edwin Wiyono, menyatakan optimismenya bahwa akurasi prediksi dapat mencapai 90 hingga 95 persen. Jika klaim ini terbukti secara konsisten di berbagai wilayah perairan Indonesia—dari Selat Malaka hingga Laut Arafura—teknologi ini berpotensi menghemat bahan bakar, mengurangi waktu melaut, dan meningkatkan hasil tangkapan per unit usaha. LPMUKP bahkan akan memberikan akses gratis selama masa uji coba bagi penerima pinjaman di sektor perikanan tangkap.
e-PIT: Perizinan Digital yang Menutup Celah Illegal Fishing
Inovasi lain yang tak kalah penting adalah aplikasi Penangkapan Ikan Terukur Elektronik (e-PIT). Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap KKP telah melaksanakan sosialisasi penggunaan e-PIT bagi kapal perikanan izin daerah di Sulawesi Utara pada September 2026. Aplikasi ini memungkinkan pemantauan real-time terhadap aktivitas kapal, kuota tangkapan, dan kepatuhan terhadap regulasi. Dengan sistem ini, praktik illegal, unreported, and unregulated fishing dapat ditekan secara signifikan.
Rumpon Cerdas: GPS untuk Deteksi Ikan
Di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, nelayan lokal telah menggunakan rumpon cerdas yang dilengkapi dengan GPS dan peralatan deteksi keberadaan ikan. Teknologi ini membantu nelayan mengetahui rumpon mana yang sedang banyak ikannya, sehingga tidak perlu mengecek satu per satu secara manual.
Sudut Pandang: Teknologi Bukan Solusi Tunggal
Teknologi memang mempercepat efisiensi, tetapi tanpa pendampingan, literasi digital, dan jaminan konektivitas di wilayah pesisir terpencil, manfaatnya bisa tidak merata. Kapikan dan e-PIT adalah alat, bukan tujuan. Keberhasilannya bergantung pada sejauh mana nelayan kecil—yang menjadi mayoritas pelaku sektor ini—benar-benar bisa mengakses dan memanfaatkannya.